Airlangga Ungkap RI Pantau Harga Minyak usai Venezuela Diserang AS

Riyan Rizki Roshali
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengaku terus memantau harga minyak usai AS serang Venezuela. (Foto: iNews.id/Riyan)

Airlangga menjelaskan, dinamika politik di negara tersebut sudah berlangsung cukup lama, terutama sejak kebijakan nasionalisasi aset asing pada masa pemerintahan Presiden Hugo Chavez.

“Kalau dengan US kan memang sudah agak panjang sejak nasionalisasi oleh Hugo Chavez. Jadi memang pada waktu itu kan aset-aset Amerika dinasionalisasi. Nah ini kemudian berikutnya kan sekarang dengan situasi seperti ini ya kita monitor saja seperti apa,” ujar dia.

Airlangga memastikan Indonesia tidak memiliki aset di Venezuela. Namun, ia mengaku ada perubahan pemerintahan di Venezuela yang berpotensi memengaruhi kelanjutan nota kesepahaman (MoU) yang telah terjalin.

“Ya tentunya ada perubahan ya dengan perubahan yang terjadi kemarin itu karena pemerintahannya kan berganti,” ujar dia.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

BI Rate Naik jadi 5,75%, Airlangga Minta Himbara Tahan Bunga Kredit

57 tahun lalu

Prabowo Panggil Menko Airlangga hingga Direksi Himbara ke Istana, Bahas Apa?

57 tahun lalu

Selat Hormuz Dibuka! Harga Minyak Dunia Anjlok, Akankah Pertamax Ikut Turun?

57 tahun lalu

Loyo, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp17.725 per Dolar AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal