Karakteristik informan (responden) terdiri dari pelaku usaha, dosen, mahasiswa, buruh, Ibu RT, sopir angkot/bus, wiraswastawan/pengusaha, dan petani.
Dalam penelitian ini 2.140 responden memiliki confidence level 95 persen dan confidence interval 2,12 persen yang diambil dari 1.070 kecamatan di 34 provinsi di Indonesia dengan memperhatikan keseimbangan jumlah pemilih di setiap kecamatan pada Pemilu 2019.
Penelitian ini dilakukan sejak 22 Januari hingga 6 Februari 2022.
Kriteria capres yang diinginkan terekam dalam penelitiana ini, yaitu sebanyak 87,8 persen menginginkan capres yang be visible, yakni kandidat bisa memiliki reputasi baik di mata pemilih bila ia mampu tampil di depan publik, menciptakan komunikasi dua arah dengan pemilih, familiar, dan bersahabat dengan publik.
Kemudian, sebanyak 89,4 persen masyarakat menginginkan capres yang be authentic, yakni reputasi positif yang dimiliki oleh seorang kandidat capres, karena ia mampu mewujudkan harapan dari pemilih.
Reputasi positif yang dimiliki bukan terletak pada image yang dibuat-buat atau pencitraan tetapi terletak pada sikap dan tindakan.