AHY Ungkap 1 Truk Bisa Keluar Rp150 Juta Setahun Kena Pungli

Muhamad Fadli Ramadan
Menko AHY ungkap praktik pungutan liar atau pungli terhadap angkutan barang masih terjadi di Indonesia, bahkan satu truk bisa Rp100-Rp150 juta setahun. (Foto: Ilustrasi/AI)

JAKARTA, iNews.id - Praktik pungutan liar atau pungli terhadap angkutan barang masih terjadi di Indonesia. Bahkan, penghasilan yang didapatkan dari satu truk bisa mencapai Rp150 juta dalam satu tahun yang membuat pelaku usaha dan pengemudi merugi.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta praktik pungli diberantas. Ini yang membuat biaya logistik meningkat sehingga kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) masih berkeliaran.

"Kita harus menghapus praktik pungli, sudah ada data bahwa satu truk bisa mengeluarkan Rp100 juta hingga Rp150 juta setiap tahun hanya untuk pungli," ujar AHY dalam keterangan persnya di laman Hubdat Kemenhub.

AHY menilai apabila pungli berhasil dihentikan, maka biaya perjalanan logistik akan turun signifikan. Hasilnya tidak ada lagi alasan untuk mengoperasikan angkutan barang yang melebihi batas muatan demi efisiensi biaya.

"Kalau biaya perjalanan bisa efisien tanpa pungli maka tidak perlu lagi mengoperasikan kendaraan over dimension over load, tidak ada alasan lagi untuk melanggar, karena sistem kita sudah lebih adil dan efisien," katanya.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
6 hari lalu

Viral Anggota Satpol PP Pungli di Rumah Belajar Jakut, Minta Uang Rp300.000

8 hari lalu

Prabowo Resmikan 5 Bendungan, AHY: Perkuat Langkah Menuju Swasembada Pangan, Air dan Energi

13 hari lalu

AHY Meriahkan Kostrad Run 2026, Gaungkan Semangat 65 Tahun Kostrad untuk Indonesia Kuat

20 hari lalu

Armada Kendaraan Listrik Grab Tembus 28.000 Unit, Target Tambah 3 Kali Lipat hingga Akhir Tahun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal