JAKARTA, iNews.id - Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni membantah memberi uang Rp300 juta ke Kabiro Penindakan KPK gadungan untuk mengurus perkara. Dia menegaskan, tak ada pernyataan atau tekanan dari pegawai KPK gadungan itu meminta uang terkait perkara hukum.
Sahroni menjelaskan, kejadian itu terjadi saat dirinya memimpin rapat di komisi hukum DPR pada Senin, 6 April 2026 pukul 10.30 WIB. saat itu, dia dihubungi ada seseorang utusan pimpinan KPK ingin bertemu.
"Nah itu, staf saya tuh yang nemuin, tuh Askar, menerima yang bersangkutan atas informasi dari Pamdal kalau ada tamu mengatasnamakan pimpinan KPK. WhatsApp, saya bilang 'Wuih, ngapain?' Gitu. 'Enggak, ada yang mau disampaikan dari pimpinan KPK, atas nama pimpinan KPK," ucap Sahroni sambil menirukan percakapan, saat jumpa pers di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (11/4/2026).
Sahroni menambahkan, salah satu stafnya menerima utusan itu dan mengaku sebagai Kabiro Penindakan KPK. Lantas, pegawai KPK gadungan itu pun menyampaikan pesan yang diklaim dari pimpinan KPK.
"Nyampein langsung, 'Ini permintaan dari pimpinan KPK, jumlah uangnya Rp300 juta.' 'Oke, Bu, nanti ya saya lagi mimpin rapat.' Balik. Dan dia minta nomor telepon saya. Karena minta telepon, saya kasih," tuturnya.