Selama hidupnya, Dini telah menghasilkan novel dengan lebih dari 20 judul. Ia mulai membuat tulisan sejak umur 15 tahun dan mengirimkan karyanya ke RRI.
Sejak saat itulah, ia terus menghasilkan karya berupa cerita pendek hingga novel. Novel yang ditulis oleh Dini rata-rata menyuarakan tentang kesetaraan gender. Oleh karenanya, ia mendapat gelar pengarang sastra feminis.
Atas dedikasinya di bidang sastra, Nh Dini juga menerima banyak penghargaan, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Di kancah internasional, Nh Dini menerima SEA Write Award di bidang sastra oleh pemerintah Thailand dan Hadiah Francophonie pada 2008.
Di tahun 2017, Dini meraih penghargaan Lifetime Achievement Award pada Ubud Writers and Readers Festival 2017. Ubud Writers and Readers Festival sendiri adalah satu dari lima festival sastra terbaik dunia versi The Telegraph UK 2019.
Justina Ayu Utami merupakan seorang jurnalis dan penulis Novel Indonesia yang memberikan warna baru dalam sastra Indonesia. Novel pertamanya berjudul Saman sempat mengundang sejumlah kontroversi.