Menariknya lagi, novel-novel tersebut ia tulis saat dalam masa penahanan di Pulau Buru. Diketahui, ia harus mendekam di penjara selama 11 tahun karena tergabung dalam Lembaga Kesenian Rakyat (Lekra), organisasi yang berada di bawah naungan Partai Komunis Indonesia (PKI).
Pram tercatat pernah masuk nominasi sebanyak enam kali sebagai penerima Nobel Sastra. Sayangnya, keterlibatannya dalam Lekra menjadi salah satu alasan Pram gagal membawa pulang piala.
Walaupun begitu, Pram tetap berhasil meraih berbagai penghargaan internasional, seperti Freedom to Write Award dari PEN American Center, AS (1988) dan Penghargaan dari The Fund for Free Expression, New York (1989).
Sebagai salah satu penulis terkemuka Tanah Air, Andrea Hirata telah menulis sejumlah buku yang laris di pasaran. Salah satu karyanya yang terkenal adalah Laskar Pelangi yang terinspirasi dari pengalaman pribadinya.
Novel Laskar Pelangi sendiri merupakan merupakan salah satu novel best seller tahun 2006-2007 dan telah diangkat ke layar lebar pada 2008. Novel tersebut juga telah diterjemahkan ke dalam 34 bahasa asing dan diterbitkan di lebih dari 130 negara.