Pada masa pemerintahan Sultan Muhammad Malik az-Zahir, penggunaan koin emas sebagai mata uang diperkenalkan di Pasai, seiring dengan perkembangan Pasai sebagai pusat perdagangan dan tempat penyebaran agama Islam.
Sultan Muhammad Malik az-Zahir kemudian meninggal pada tahun 1326, dan digantikan oleh putranya, Sultan Mahmud Malik az-Zahir, yang memerintah hingga tahun 1345.
Selama masa pemerintahannya, ia dikunjungi oleh Ibn Batuthah, yang kemudian menceritakan bahwa sultan di negeri Samatrah (Samudera) menyambutnya dengan ramah tamah, dan penduduknya mengikuti Mazhab Syafi'i dalam agama Islam.
Kesultanan Pasai akhirnya runtuh setelah diserang oleh Portugis pada tahun 1521.
Kesultanan Gowa, atau sering disebut Goa, merupakan salah satu kerajaan besar dan sukses di wilayah Sulawesi Selatan.