Kasiman :
Mas, ini lagi ada apa, ya?
Orang tak dikenal :
Wah, lagi rame, mas. Gedung DPR kebakaran. Nih orang ramai-ramai pergi ke sana, mau bantu.
Mukiyo :
Oh, masing-masing bawa berapa ember, mas?
Ibu :
1 liter bensin.
Mukiyo :
Tunggu, mas. Saya nyumbang Pertamax nih.
Ketika sedang musim pemilihan kepala desa, Kasiman didatangi tim sukses dari balon (bakal calon) kades nomor 1. Ia menerima amplop berisi uang dari mereka.
“Jangan lupa pilih nomor 1, ya.”
“Siaap,” jawab Kasiman.
Tak lama setelahnya, datang tim sukses dari balon kades nomor 2. Ia juga menerima amplop berisi uang dari mereka.
“Ingat lho, pilih nomor 2, OK?”
“Beress,” sahut Kasiman.
Istrinya bertanya, “Mas, kok dua-duanya di-iya-in, nanti gimana? Mas nggak mikirin kalau ada yang kalah bakal kecewa?”
Kasiman menjawab santai, “Halah, Bu. Habis kepilih juga mereka belum tentu bakal ada yang mikirin kita. Kalau mereka memanfaatkan kita, ya kita juga manfaatkan mereka balik, lah.Hehe..”
Sang istri mengangguk-angguk. “Benar juga, Mas.”
Demikianlah uraian mengenai liam contoh teks anekdot politik, yang dikutip dari berbagai sumber, semoga dapat menambah wawasan terkait jenis-jenis teks anekdot, dan memahaminya.