Abdillah:
“Loh, maksudmu baju termahal itu apa?”
Arya:
“Yah, apalagi kalau bukan baju tahanan KPK.”
Abdillah:
“Kok malah baju tahanan KPK?” (Bingung)
Arya:
“Iyalah, coba saja kamu pikir, seorang politisi minimal harus mencuri uang negara Rp1 milyar terlebih dahulu baru bisa memakai baju tersebut.”
Abdillah:
“Ooohh, maksud kamu gito toh, baru ngerti aku.”
Mereka kemudian memesan kopi lagi sambil mengenang teman-teman mereka yang sudah bisa memakai baju termahal tersebut.
Pada suatu pagi di sebuah warung kopi, datanglah seorang laki-laki paruh baya. Dia mengenakan setelan jas yang notabene jarang dilihat di lingkungan warung kopi tersebut.
Memang warung kopi omah joglo di daerah tersebut tidak pernah sebelumnya ada seseorang dengan tampilan sangat rapi.
Biasanya yang mampir paling mentok adalah sales obat. Pria berpakaian rapi tersebut adalah Pak Anton, seorang politisi dari partai politik besar. Dia sengaja datang ke tempat tidak biasa untuk menemui seseorang yang ternyata tidak biasa juga.