5 Contoh Teks Anekdot Politik
Penjual kopi :
“Bukan begitu pak, tapi bapak ini belum bayar kopi yang dibeli, masak lima ribu saja mau dikorupsi lagi, duh.”
Ketiga polisi tersebut tertawa terbahak-bahak dan melepaskan borgol Pak Anton. Anton kemudian mengambil dompet dan mengeluarkan uang lima puluh ribu untuk membayar.
Belum beranjak pergi penjual kopi masih menghentikan langkah mereka lagi.
Penjual kopi :
“Sebentar bapak-bapak saya ambilkan dulu kembaliannya, biarpun miskin namun saya gak tega mau korupsi uang koruptor.”
Mendengar reaksi tersebut semua orang tertawa lepas, tentu saja Anton tidak ikut. Anton harus menikmati dinginnya borgol dan ikut ke kantor polisi bersama ketiga petugas berbadan tegap tadi.”
Kasiman sedang berjalan di sekitar Jl Gatot Subroto ketika tiba-tiba orang ramai bergerak. Ia bertanya kepada seseorang yang tampak ikut sibuk.