Saat berada di mess pada Rabu 11 Maret 2026, Serda Edi membahas kembali tentang kekesalannya ke Andrie Yunus dengan Lettu Budhi Hariyanto Widhi. Di situ, datanglah Terdakwa III Kapten Nandala Dwi Prasetyo dan Terdakwa IV Letnan Satu Sami Lakka.
"Hari Rabunya, tanggal 11 Maret 2026. Waktu itu di mess di dalam kamar, sekitar jam 19.45 WIB. Waktu itu sekitar pukul 20.00 WIB datanglah Terdakwa III dan IV bertamu ke mess kami kemudian karena ada tamu kami buatkan kopi untuk mengobrol bareng," kata Serda Edi dalam sidang Rabu (13/5/2026).
Serda Edi lantas memperlihatkan video viral Andrie Yunus kepada dua terdakwa lainnya dan menyampaikan rasa kebenciannya atas aksi Andrie Yunus. Terdakwa III dan IV lantas merespons video itu dengan rasa emosi serupa seperti Serda Edi, hingga akhirnya para terdakwa ini merencanakan penyiram ke Andrie Yunus.
Pada Kamis (12/4/2026) sekira pukul 16.30 WIB para Terdakwa berangkat bersama-sama untuk melancarkan aksi penyiraman ini. Mereka berpencar untuk mencari keberadaan Andrie Yunus namun tidak diketahui, hingga akhirnya mereka semua bertemu di lokasi yang sama.
Para terdakwa akhirnya memutuskan pulang sekira pukul 23.00 WIB, karena target yang dicari tak kunjung ketemu. Namun saat itu, satu terdakwa tiba-tiba melihat keberadaan Andrie Yunus.
Saat itu para terdakwa langsung membuntuti Andrie Yunus dari belakang sepeda motornya. Di tengah perjalanannya, Serda Edi Sudarko dan Lettu Budhi Hariyanto Widhi Cahyono sempat menyalip kendaraan Andrie Yunus. Sementara Kapten Nandala Dwi Prasetya dan Lettu Sami Lakka tetap di belakang Andrie Yunus.
Tepat di persimpangan Jalan Salemba I dan Jalan Talang, Jakarta Pusat, sepeda motor yang dikendarai Terdakwa I dan Terdakwa II balik arah menuju arah sepeda motor Andrie Yunus. Terdakwa II pun memperlambat laju dan ketika berpapasan dengan korban, terdakwa I langsung menyiramkan cairan kimia ke tubuh Andrie Yunus.