"Korban dihampiri dan diajak dialog dan upaya meyakinkan. Korban warga luar kota dari Lombok. Pelaku (A) menawarkan atau mengenalkan diri sebagai pengusaha Kalimantan, datang juga pelaku lain (SPW) mengaku berasal dari Brunei," ungkapnya.
Untuk meyakinkan korbannya, para pelaku pun menjemput korban di hotel dengan mobil. Di dalam mobil tersebut, pelaku beraksi untuk menipu korban.
"Diajak muter di Kota Bogor dengan tujuan mencari toko elektronik. Namun pada saat kejadian, pembicaraan di mobil ada upaya untuk meyakinkan tentang bisnis telepon genggam harga normal Rp24 juta, pelaku (SPW) menawarkan harga Rp7,5 juta. Pelaku juga menyampaikan gak bisa dibeli satuan, tapi harus dalam barang banyak yaitu sebanyak 300 unit dengan balutan bisnis," ucapnya.
Pelaku A kembali berpura-pura berminat dengan bisnis tersebut dan mengajak korban bergabung. Namun, korban sempat tidak percaya sampai akhirnya pelaku A mengajaknya ke ATM untuk melihat saldo palsu pelaku yang ternyata minus Rp999 juta.
"Akhirnya korban mengikuti ajakan pelaku memberikan ATM dan pin. Saat ke ATM, diintip pelaku pin korban. Setelah merasa yakin kembali ke mobil menuju hotel dan korban diturunkan dan diyakinkan pelaku (A) ada meeting lanjutan," tambahnya.