Setelah kenyang, Purba kembali ke hutan. Ia melihat Lingga masih menunggu. Purba mendekati saudaranya dengan gembira. Ketika hampir sampai, Purba terjatuh ke dalam lubang. Makanan yang ia bawa terlempar ke luar.
Lingga senang karena jebakannya berhasil. Ia segera makan dengan lahap. Tak lama, Lingga pun muntah karena ternyata Purba telah meracuninya. Keduanya meninggal dunia dan tidak seorang pun bisa memiliki bongkahan emas itu.
Pesan moral: Sifat serakah akan selalu membawa celaka.
Dongeng satu ini memberikan pelajaran untuk selalu mencintai dan menerima diri sendiri apa adanya, Bunda. Dikutip dari buku 101 Dongeng Sebelum Tidur karya Redy Kuswanto, begini kisahnya:
Dahulu, di kawasan Simalungun, berdiri sebuah kerajaan yang makmur. Rajanya terkenal arif dan bijaksana. Sang Raja memiliki seorang putri yang amat cantik.
Kecantikan sang Putri didengar pula oleh seorang Raja Muda. Si Raja Muda yang tampan itu pun melamar sang Putri. Ternyata pinangan itu diterima atas persetujuan Raja dan Permaisuri.