"Ini pastilah Raja Kura-Kura!" "Wah, tentu saja..." Kura-kura mulai bicara.
Tapi ketika membuka mulutnya mengatakan hal bodoh itu, si kura-kura kehilangan pegangannya pada tongkat, dan jatuh ke tanah. Ia remuk setelah tubuhnya menghantam sebongkah batu. Keingintahuan bodoh dan kebanggaan diri sering membawa ke arah bencana.
"Kenapa gerangan kau berjalan miring seperti itu?" kata Ibu Kepiting kepada putranya.
"Seharusnya kau selalu berjalan maju lurus dengan jempol kaki mengarah ke depan."
"Tunjukkan padaku bagaimana cara berjalan, Ibu," sahut si Kepiting muda dengan patuh. "Aku ingin belajar."
Maka si kepiting tua mencoba dan terus mencoba berjalan lurus. Tapi ia hanya bisa berjalan miring, seperti putranya. Ketika ia ingin mengarahkan jempol kaki ke depan, ia justru tersandung dan jatuh tersungkur.