Galuh Ajeng yang memiliki sifat dengki, lantas bersekongkol dengan ibunya untuk meracuni Canrda Kirana dan permaisuri. Namun, hanya permaisuri memakan makanan beracun sehingga dia meninggal.
Percobaan membunuhnya gagal, Galuh Ajeng lantas memfitnah Candra Kirana hingga Raja Daha mengusir sang kakak. Candra Kirana yang sakit hati pun akhirnya meninggalkan istana dan menyamar menjadi laki-laki bernama Panji Semirang.
Setelah Candra Kirana pergi, putra mahkota kerajaan Kediri datang untuk menikahinya. Namun, betapa terkejutnya Panji ketika tunangannya berubah menjadi Galuh Ajeng.
Kecewa dengan apa yang terjadi, Panji memutuskan untuk berkelana hingga ke Gegelang. Di sanalah ia kemudian bertemu kembali dengan Candra Kirana. Meski sempat tidak mengenali sang kekasih, pada akhirnya mereka dapat hidup bahagia bersama.
Contoh teks hikayat satu ini berkisah tentang seorang putra raja bernama Malim Dewa. Alkisah, ketika sang ayah pergi menunaikan ibadah haji, Malim naik menjadi raja untuk sementara. Ia bertunangan dengan tiga orang putri, hasil pencarian seekor burung nuri.