Burung Cendrawasih dalam hikayat dijelaskan sebagai makhluk pilihan yang makan hanya dengan embun Syurga.
Sehingga jika burung ini terbang turun dan menapakkan kaki ke bumi maka akan kehilangan kemampuan bertahan hidup dan akhirnya mati. Syahdan, hal ini membuat burung ini jarang sekali dimiliki oleh siapapun.
Pertemuan antara dunia manusia dan binatang menjadi ciri yang dapat ditemui dalam contoh teks hikayat ini. Diceritakan bahwa seorang kakek yang baik hati sedang berada di sebuah hutan belantara yang tidak jauh dari rumahnya.
Kakek itu dikejutkan dengan seekor ular yang ketakutan karena sedang diburu oleh tiga orang pemuda desa.
Setelah mengetahui keadaan si ular yang dalam bahaya. Kakek ini berupaya menyelamatkan ular dengan cara menyuruhnya masuk ke dalam mulutnya.
Namun, setelah si ular berhasil selamat dari kejaran tiga pemuda desa. Ular itu justru berbalik ingin membunuh kakek bijaksana.