Kami semua mencoba untuk menghubungi mereka, namun tetap tidak bisa. Karena ini baru pertemuan pertama, kami menoleransi mereka berdua. Namun sayangnya perilaku mereka berdua terjadi hingga 3x pertemuan tugas kelompok.
Aku yang sudah muak, akhirnya berbicara dengan mereka melalui ponsel. Dengan tegas aku katakan jika Rizki dan Fariz akan dikeluarkan dari grup dan tidak akan memiliki nilai. Dengan ancaman tersebut, Rupaya membuat Rizki dan Fariz takut dan mereka berdua datang pada pertemuan selanjutnya. Setelah beberapa hari tugas kelompok, hari ini kami semua akan presentasi hasil diskusi kami. Kami semua melakukan presentasi dengan baik dan mendapat nilai sempurna.
Pagi itu saat akan berangkat sekolah, hujan tiba-tiba datang dengan sangat deras. Ani yang biasa jalan kaki ke sekolah menjadi sangat bingung berpikir bagaimana dia akan pergi ke sekolah. Sambil merenung, ponsel Ani berbunyi dan tertulis panggilan dari Lala tertera di ponselnya.
"Halo Lala" sapa Ani kepada Lala. Lala si periang menjawab sapaan Ani dengan semangat "Ani hari ini hujan sangat deras. Bagaimana jika kamu pergi ke sekolah bersamaku menggunakan mobil? Supaya kamu aman dan tidak kehujanan".
Mendengar penawaran Lala, Ani Pun menjawab dengan senyum lebar di wajahnya.
"Boleh la, aku juga bingung mau berangkat gimana kalau hujan masih deras seperti ini."