Polisi datang ke arahku dan aku pun gugur karena takut. Tepat di depan wajahku, pak polisi bertanya kepadaku "Selamat siang mba, boleh tunjukan STNK dan SIMnya?" Karena aku tidak memiliki SIM, maka aku hanya mengeluarkan STNK saja. Polisi tersebut menilang dengan pelanggaran tidak memiliki SIM.
Kemudian STNK ditahan sementara dan bisa diambil saat membayar denda pelanggaran di kantor kejaksaan. Selang satu minggu aku pergi ke pengadilan untuk membayar denda dan mengambil STNK. Setelah selesai semua, aku bergegas pulang.
Hari ini adalah waktu yang sudah ditunggu aku dan pasanganku. Hari dimana penempatan kerja kekasihku diumumkan. Sudah sejak pagi aku, kekasihku dan keluarga kekasihku menunggu pengumuman tersebut.
Rasa gugup dan takut datang kepadaku, karena tidak siap apabila kekasihku harus ditempatkan kerja jauh dari aku. Saat menunggu, kekasihku mendapat kabar jika penempatan kerja akan diumumkan sore nanti.
Sudah sejak semalam aku berharap pagi jangan cepat muncul, karena tidak siap menerima kenyataan jika penempatan kerja kekasihku jauh dari aku. Namun ternyata pengumuman ditunda dan kami semua harus menunggu lagi. Disela-sela menunggu sore hari tiba, aku selalu bertanya kepada kekasihku "Kira-kira penempatan kerja dimana?" dengan tegas kekasihku berkata "Aku yakin bakal ditempatkan di pulau Jawa, jadi jangan khawatir kita akan LDR jauh".