Keesokan harinya, Fariz berencana untuk merayakan pesta kelulusan kami berempat. Pada malam itu Fariz menyatakan perasaannya kepadaku, dan akhirnya aku dan Fariz berpacaran. Begitu juga dengan Irsyad berpacaran dengan Lala. Malam itu sangat istimewa, namun kami semua harus bergegas pulang.
Pagi hari adalah waktu semua orang sibuk untuk pergi sekolah dan bekerja. Namun berbeda denganku yang masih duduk santai sambil menonton tv. Hari ini jadwal kuliahku siang, sehingga aku bisa bersantai terlebih dahulu.
Sedang asik menonton TV, ada notifikasi dari grup jika ada penilangan di dekat kampus. Namun aku tidak menanggapinya terlalu serius, karena aku berpikir jika penilangan hanya dilakukan pada pagi hari saja.
Saat sudah siang, aku siap-siap dan bergegas menuju kampus. Saat dalam perjalanan menuju kampus, aku melihat banyak keramaian di depan. Namun aku berpikir jika keramaian tersebut disebabkan karena adanya kecelakaan. Karena penasaran, aku pun melajukan motor ke arah kerumunan tersebut.
Betapa terkejutnya aku, melihat sekumpulan polisi yang sedang menilang para pengendara kendaraan. Aku yang merupakan pengendara bermotor tanpa SIM pun menjadi sangat panik. Ingin rasanya putar balik, namun semua sudah terlambat.