Meski demikian, kata Argo, ETLE bisa saja merekam pelanggaran yang dilakukan sopir kendaraan seperti bermain handphone. Dia juga menyebut tilang bisa jadi merekam penumpang yang tidak menggunakan seatbelt.
Argo menuturkan, hal-hal semacam itu akan menjadi bahan evaluasi. Salah satunya, kendaraan seperti ambulans atau bus Transjakarta yang diminta untuk mendaftarkan kendaraan agar tak terjadi hal serupa.
"Kalau misalnya sudah terdaftar oleh sistem kan akan teranulir sendiri gitu, jadi intinya bisa jadi nomornya belum terdaftar atau mungkin pengemudi yang duduk di depan tidak menggunakan seatbelt, atau pelanggaran yang lain karena terpotret," tutur dia.