Tragedi Cikini, Bung Karno Nyaris Tewas Dibunuh dengan Ledakan 5 Granat di Sekolah Guntur dan Mega

Maria Christina Malau
Presiden Soekarno menghadiri acara ulang tahun Sekolah Perguruan Cikini (Percik) Jakarta, pada 30 November 1957. (Foto: Istimewa)

Bung Karno mengatakan, dia kembali ke Istana dengan naik mobil lain. Sebab, mobilnya ternyata kena granat dan akhirnya mogok.

Pelaku yang melemparkan granat hingga Bung Karno nyaris kehilangan nyawa itu ternyata anak buah Kartosuwiryo. Dia adalah pemimpin pemberontakan Darul Islam (DI)/Tentara Islam Indonesia (TII).

Soekarno dikutip dari buku Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia yang ditulis Cindy Adams menyebut Kartosuwiryo sebagai kawan yang baik. Keduanya pernah tinggal bersama di Bandung dan bermimpi bersama-sama. Namun, dalam perjalanan, keduanya memilih jalan dan ideologi berbeda hingga terjadi upaya percobaan pembunuhan terhadap Soekarno. 

"Di tahun 1918 ia adalah seorang kawanku yang baik. Di tahun 1920-an di Bandung kami tinggal bersama, makan bersama, dan bermimpi bersama-sama. Tetapi ketika aku bergerak dengan landasan kebangsaan, dia berjuang semata-mata menurut asas agama Islam," kata Soekarno. 

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Cerita Megawati Menunggu 56 Tahun hingga Nama Baik Bung Karno Dipulihkan Negara

57 tahun lalu

PDIP Putar Lagu Bung Karno Bapak Marhaenisme, Hasto: Pelurusan Sejarah

57 tahun lalu

PDIP Luncurkan Lagu Bung Karno Bapak Marhaenisme, Wajib Diputar Setiap Acara Partai

57 tahun lalu

Megawati Pertanyakan Kasus Andrie Yunus Digelar di Pengadilan Militer: Lucu Ya!

57 tahun lalu

Megawati Kirim Surat Duka atas Wafatnya Khamenei, Tegaskan Sikap Politik Luar Negeri Bebas Aktif

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal