Dia mengatakan, pihaknya menemukan dugaan praktik money politics di masa tenang Pilgub Jakarta 2024 oleh pasangan calon (paslon) lain. Praktik itu berupa bagi-bagi amplop berisi uang dan sembako.
"Kami menerima beberapa laporan, perkembangan, foto, dan video dari seluruh kader, ormas, serta relawan yang masuk ke tim pemenangan. Didapati adanya dugaan pembagian sembako secara masif di masa tenang ini serta pembagian amplop yang dilakukan oleh pihak-pihak atau pasangan calon lain," tutur dia.
Ariza mengatakan, salah satu lokasi yang terdeteksi bakal terjadi money politics oleh paslon lain di Kelurahan Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat.
"Ini saya baru dapat laporan masuk di Kelurahan Kemanggisan, Palmerah, ada rencana masing-masing seribu orang bakal dibagikan ada yang Rp100.000, Rp150.000 sampai Rp500.000 per orang, jadi money politics sudah dilakukan oleh pasangan lain," katanya.