Pramono menilai pendekatan kultural dan keagamaan ampuh untuk mencegah tawuran.
"Dengan demikian ada pendekatan kultural, keagamaan, orang dihargai. Tapi juga mereka problemnya memang banyak yang belum mendapatkan pekerjaan," ujarnya.
Diketahui, tawuran pertama terjadi di Manggarai pada Minggu (4/5/2025). Peristiwa serupa kembali terjadi pada Selasa (6/5/2025).
Para warga kerap kali membawa senjata tajam (sajam), bambu, batu, kembang api atau petasan dan lainnya serta memblokade lalu lintas di wilayah tersebut.