Kapolda Metro: Eksekutor Pembunuhan Bos Pelayaran Sebelumnya Diajari Menembak

Irfan Ma'ruf
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana saat konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (24/8/2020). (Foto: istimewa)

"Ini senjata ilegal. Dari Rp20 juta, SP ini dapat Rp5 juta. Ketika saudara AJ membeli Rp20 juta dengan pelurunya ada sekitar 43 butir atau sekotak peluru," katanya.

Nana memaparkan, alasan DM, yang berusia 50 tahun ini terlibat dalam kasus pembunuhan berencana karena rasa kebersamaan. Selain itu, DM menghormati orang tua NL yang merupakan mantan gurunya.

"Awalnya yang bersangkutan bukan pelaku tapi untuk kepentingan bersama dan DM menyanggupi dengan alasan untuk perjuangan. Sindikat ini satu kelompok, kebetulan para pelaku ini adalah murid dari orang tua NL sehingga mereka dengan alasan perjuangan di mana NL dalam ancaman sehingga DM menyetujui datang ke Jakarta," tuturnya.

Editor : Djibril Muhammad
Artikel Terkait
4 hari lalu

Kronologi Bos Perusahaan Ditemukan Tewas di Hotel Mewah Jaksel, Senjata Api Ditemukan di TKP

13 hari lalu

Kaca di Gedung BGN Pecah, Polisi Pastikan Bukan karena Ditembak

15 hari lalu

Ibu Hamil Tewas Tertembak di Papua Tengah, DPR: Usut Tuntas!

17 hari lalu

Pangkogabwilhan III Kutuk Keras Penembakan Pilot hingga Tewas di Papua Pegunungan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal