JAKARTA, iNews.id - Mantan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Bintoro membantah dirinya telah melakukan pemerasan dengan meminta uang Rp20 miliar terhadap bos jaringan klinik laboratorium Prodia yang anaknya terjerat kasus pembunuhan. Tersangka berinisial AN merupakan pelaku dalam kasus pembunuhan anak di bawah umur.
Bintoro disebut-sebut meminta uang hingga Rp20 miliar dengan janji akan menghentikan penyidikan. Dia menilai, tuduhan pemerasan yang dialamatkan kepada dirinya mengada-ngada. Dirinya menegaskan tidak pernah berkomunikasi dengan tersangka.
“Saya membuka diri dengan sangat transparan, untuk dilakukan pengecekan terhadap percakapan handphone saya. Keterkaitan dengan ada tidaknya hubungan saya dengan AN, karena selama ini saya tidak pernah berkomunikasi dengan yang bersangkutan,” ujar Bintoro dalam keterangannya, Senin (27/1/2025).
Selain itu, Bintoro menyatakan siap jika rumahnya digeledah guna membuktikan apakah dirinya menerima uang pemerasan yang dituduhkan.
“Hari ini juga saya bermohon kiranya dilakukan penggeledahan di rumah/kediaman saya untuk mencari tahu apakah ada uang miliaran yang dituduhkan kepada saya,” katanya.