Khalil Al Hayya saat ini bermukim di Qatar, memimpin delegasi Hamas dalam perundingan gencatan senjata dengan Israel. Dua pejabat Hamas mengatakan, Al Hayya mengambil alih banyak tugas Sinwar sejak kematiannya. Bahkan dia dianggap sebagai kandidat kuat menggantikannya di puncak organisasi.
Satu lagi tokoh Hamas adalah Mohammed Deif, komandan sayap militer Brigade Izzuddin Al Qassam. Israel mengklaim telah membunuhnya pada Juli lalu, namun Al Qassam belum mengonfirmasinya.
Israel menuduh Sinwar sebagai dalang di balik serangan lintas batas Hamas pada 7 Oktober 2023 yang memicu perang hingga saat ini. Dengan terbunuhnya Sinwar, tiga pejabat Hamas paling dicari Israel telah tereleminasi.
Meski demikian, para pakar, bahkan mantan pejabat Israel, yakin betul terbunuhnya pucuk pimpinan Hamas tak akan memengaruhi perjuangan kelompok tersebut karena mereka sudah memiliki sistem pergantian kepemimpinan yang solid. Terbunuhnya Sinwar bukan berarti Hamas melemah, bahkan justru bisa sebaliknya.