SYDNEY, iNews.id - Senator Australia Jacqui Lambie menyebut keputusan Elon Musk yang menolak untuk menghapus video penikaman terhadap pendeta di plaftom media sosial X bisa mendorong orang lain untuk bergabung dengan kelompok teroris.
Pengadilan federal pada Senin lalu menguatkan perintah badan pengawas siber Australia, Komisioner eSafety, terhdaap X untuk menghapus video penikaman tersebut. Serangan yang dilakukan remaja 16 tahun itu terjadi pada 15 April. Gereja Asiria yang menjadi lokasi penikaman menyiarkan langsung acara kebaktian.
Lambie mengatakan, Kepolisian Federal Australia (AFP) mengeluarkan peringatan kepada pengadilan federal bahwa video yang beredar di X bisa digunakan untuk mendorong orang-orang di Australia bergabung dengan organisasi teroris atau melakukan tindakan teroris.
"(Musk) Seharusnya mengenakan celana besar (bertanggung jawab sebagai orang dewasa) dan melakukan hal yang tepat, tapi dia tidak melakukannya karena tidak memiliki kesadaran sosial", kata Lambie, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (25/4/2024).
Sebelumnya Musk menegaskan penolakannya untuk menghapus video tersebut. Tayangan itu sebenarnya sempat dihapus selama beberapa hari untuk pengguna X di Australia, namun tidak di luar negeri. Beberapa pengguna di Australia bisa mengakses video itu di X pada Rabu kemarin.