MADRID, iNews.id - Israel dilaporkan telah menghabiskan 50 juta dolar AS atau sekitar Rp820,5 miliar untuk beriklan di internet guna menyangkal adanya kelaparan di Jalur Gaza. Di antara aplikasi atau platform yang diguyur iklan oleh Israel adalah Google dan X.
Eurovision News melaporkan, pemerintah Zionis juga membayar iklan untuk platform media sosial asal Israel serta Prancis.
Hasil investigasi bersama Eurovision dan Komite Pengecualian Israel pada Juni mengungkap permohonan yang dikeluarkan biro iklan milik pemerintah Israel, Lapam. Misinya adalah menjalankan kampanye informasi publik senilai 50 juta dolar AS melalui Google, X, serta platform asal Prancis Outbrain, dan asal Israel Teads.
Kontrak yang berlaku 17 Juni hingga 31 Desember 2025 itu mengalokasikan 45 juta dolar AS untuk YouTube, bagian dari Google, serta platform manajemen kampanye Google Display & Video 360.
Platform milik Elon Musk X juga mendapat 3,03 juta dolar, sementara Outbrain dan Teads secara keseluruhan meraup 2,12 juta dolar.