"Ini adalah organisasi yang sah di mana terdapat puluhan negara anggota dari seluruh dunia, dan kami kira itu adalah keputusan yang disayangkan," ujarnya, lagi.
Vatikan bukan satu-satunya pihak yang menolak. Beberapa sekutu dekat AS seperti Inggris, Prancis, dan Norwegia juga mengambil langkah serupa.
Sejumlah diplomat dan pejabat internasional mengungkapkan kekhawatiran terhadap perluasan kewenangan Board of Peace, kepemimpinan Trump yang tidak dibatasi waktu, serta potensi tumpang tindih dengan mandat PBB.
Paus Leo XIV, yang menjadi paus pertama kelahiran AS, termasuk salah satu tokoh dunia yang diundang untuk bergabung bulan lalu. Meski menjadikan perdamaian sebagai fokus utama kepemimpinannya di Gereja Katolik, Paus menilai Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tetap harus menjadi aktor utama dalam penyelesaian konflik internasional.
Dia juga menegaskan pentingnya hukum humaniter dan peran sentral PBB dalam menjaga stabilitas dunia. Bahkan, Paus sebelumnya telah memperingatkan bahwa perang kini kembali menjadi tren global yang mengkhawatirkan.