Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Link Live Streaming Pertemuan Perdana Board of Peace Dihadiri Prabowo dan Trump Malam Ini!
Advertisement . Scroll to see content

Vatikan Tolak Gabung Board of Peace Bentukan Trump, AS Kecewa

Kamis, 19 Februari 2026 - 14:09:00 WIB
Vatikan Tolak Gabung Board of Peace Bentukan Trump, AS Kecewa
Karoline Leavitt menyatakan penyesalan AS atas keputusan Vatikan tidak mau bergabung Board of Peace (Foto: AP).
Advertisement . Scroll to see content

VATICAN CITY, iNews.id - Paus Leo XIV menegaskan Vatikan menolak bergabung dengan Board of Peace atau Dewan Perdamaian yang dibentuk Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Keputusan yang disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Vatikan Kardinal Pietro Parolin itu memicu kekecewaan dari pemerintah AS yang berharap dukungan luas dari para pemimpin dunia.

Board of Peace awalnya dibentuk untuk menangani krisis di Jalur Gaza pascaperang Israel-Hamas. Namun, Trump yang akan memimpin lembaga tersebut tanpa batas waktu kemudian memperluas mandatnya untuk mendamaikan berbagai konflik global lainnya.

Gedung Putih menyatakan penyesalan atas keputusan tersebut.

Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan perdamaian seharusnya tidak bersifat partisan, politis, atau kontroversial.

Menurut dia, pemerintah AS berharap semua pihak yang diundang bersedia bergabung dalam Board of Peace. Dia menyebut dewan tersebut sebagai organisasi sah yang telah diikuti puluhan negara dari berbagai kawasan dunia.

"Saya rasa perdamaian tidak seharusnya bersifat partisan, politis, atau kontroversial. Dan tentu saja, Pemerintah (AS) ingin semua yang diundang untuk bergabung dalam dewan Perdamaian," kata Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, dikutip Kamis (19/2/2026).

"Ini adalah organisasi yang sah di mana terdapat puluhan negara anggota dari seluruh dunia, dan kami kira itu adalah keputusan yang disayangkan," ujarnya, lagi.

Vatikan bukan satu-satunya pihak yang menolak. Beberapa sekutu dekat AS seperti Inggris, Prancis, dan Norwegia juga mengambil langkah serupa.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut