Uni Eropa Siap Jatuhkan Sanksi kepada 11 Pejabat Junta Militer Myanmar

Djairan
Ribuan rakyat Myanmar turun ke jalan menentang kudeta oleh junta militer. Sedikitnya 250 orang tewas ditembak aparat dalam aksi menentang kudeta atas Aung San Suu Kyi tersebut. (Foto: Reuters).

YANGON, iNews.id - Uni Eropa (UE) siap menjatuhkan sanksi kepada 11 pejabat junta militerMyanmar yang terlibat dalam kudeta 1 Februari lalu. Penggulingan kekuasaan Aung San Suu Kyi itu berimbas pada ditembaknya 250 warga yang berunjuk rasa menentang kudeta.

Kepala Kebijakan Luar Negeri UE, Josep Borrell, menyampaikan rencana penjatuhan sanksi tersebut dalam pertemuan para menteri luar negeri negara blok itu di Brussel, Senin (22/3/2021). Nama-nama pejabat tersebut akan diumumkan setelah sanksi resmi diputuskan oleh para menteri.

Para diplomat UE mengatakan, beberapa perusahaan di bawah kendali militer negara Asia Tenggara itu seperti Myanmar Economic Holdings Limited (MEHL) dan Myanmar Economic Corporation (MEC) juga akan menjadi sasaran sanksi, yaitu berupa larangan bagi investor dan bank UE untuk melakukan transaksi bisnis dengan perusahaan itu.

Perusahaan tersebut berperan dalam perekonomian Myanmar, mulai dari sektor pertambangan dan manufaktur, makanan dan minuman, perhotelan, telekomunikasi hingga perbankan. Bisnis tersebut bagian dari pembayar pajak terbesar Myanmar, dan menjalin kemitraan dengan berbagai perusahaan asing.

"Jumlah warga sipil yang tewas sudah mencapai angka yang tak tertahankan, itulah sebab kami tidak dapat menghindari pemberian sanksi. Kami tidak bermaksud untuk menghukum rakyat Myanmar, tapi kepada mereka yang terang-terangan melanggar hak asasi manusia (HAM)," ujar Menteri Luar Negeri Jerman, Heiko Maas, dalam pertemuan tersebut, dikutip Reuters pada Senin (22/3/2021).

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Deretan Hasil Diplomasi Prabowo: Gabung BRICS hingga Tarif 0 Persen ke Uni Eropa

57 tahun lalu

Ngeri! Ledakan Dahsyat Tewaskan 55 Orang di Wilayah Kekuasaan Pemberontak Myanmar

57 tahun lalu

Uni Eropa Kutuk Rencana Netanyahu Rebut 70% Wilayah Gaza

57 tahun lalu

Kapal Tenggelam di Laut Andaman, 250 Pengungsi Muslim Rohingya Hilang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal