Uni Eropa Sebut Karhutla di Indonesia Lebih Berbahaya Dibanding Kebakaran Hutan Amazon

Anton Suhartono
Uni Eropa menyebut emisi CO2 karhutla di Indonesia lebih besar 22 persen dibandingkan kebakaran hutan Amazon (Foto: AP)

Karhutla di Indonesia terjadi di sepanjang lebih dari 4.000 km, dengan daerah paling parah Sumatera dan Kalimantan. Kebakaran diperparah dengan kekeringan berkepanjangan karena faktor lemahnya El Nino sehingga menunda musim hujan.

Emisi yang dihasilkan dalam karhutla di Indonesia tahun ini merupakan yang terburuk sejak 2015, saat itu CO2 yang dihasilkan setara 1.286 megaton, catat Copernicus. Pemerintah Indonesia memperkirakan sekitar 2,6 juta hektare lahan terbakar pada 2015, menyebabkan kerugian ekonomi 16 miliar dolar AS.

Namun Komisi Uni Eropa menyatakan sulit untuk membandingkan secara langsung kebakaran di Indonesia dengan Amazon yang meliputi beberapa negara Amerika Latin, karena perbedaan vegetasi.

Kebakaran di Amazon mencapai rekor tertinggi tahun ini. Data National Institute of Space Research Brasil menunjukkan, ada peningkatan 84 persen kebakaran hutan pada 2019 dibandingkan tahun sebelumnya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Deretan Hasil Diplomasi Prabowo: Gabung BRICS hingga Tarif 0 Persen ke Uni Eropa

57 tahun lalu

Uni Eropa Kutuk Rencana Netanyahu Rebut 70% Wilayah Gaza

57 tahun lalu

Fenomena Hari Tanpa Hujan Picu Kekeringan di Bima hingga Karhutla di Lhokseumawe

57 tahun lalu

El Nino Diperkirakan Terjadi Pertengahan 2026, BMKG Ingatkan Ancaman Karhutla

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal