Dia menuturkan, meskipun AS dapat mengekspor lebih banyak gas dan; Australia—yang selama ini mengirimkan banyak gas ke China—dapat mengirim lebih banyak gas ke Eropa, cara itu dinilai juga tak akan cukup untuk menutupi kebutuhan UE.
Juru Bicara Center for LNG and Natural Gas Supply Association, Daphne Magnuson mengatakan, AS sedang berusaha meningkatkan kapasitasnya untuk mengekspor lebih banyak gas alam cair ke UE. Langkah itu menyusul kebijakan Departemen Energi AS baru-baru ini yang menyetujui beberapa izin yang tertunda dengan lebih banyak persetujuan yang akan datang.
Pekan lalu, AS mengesahkan ekspor LNG dari dua fasilitas ekspor yang beroperasi saat ini di negara bagian Louisiana dan Texas.
Sebelumnya pada bulan ini juga, Biden mengumumkan larangan khusus AS terhadap impor minyak Rusia, meskipun negeri Paman Sam mengimpor jauh lebih sedikit minyak dari Rusia daripada negara-negara Eropa. Menteri Energi AS, Jennifer Granholm, mengatakan kepada Sky News bahwa AS tidak akan meminta Eropa untuk sepenuhnya meninggalkan pasokan energi Rusia.
Dampak pembayaran rubel terhadap harga energi
Awal pekan ini, Presiden Vladimir Putin menginstruksikan raksasa energi Rusia, Gazprom, untuk mengubah semua kontrak gas yang ada ke dalam mata uang rubel. Langkah tersebut sebagai tanggapan atas keputusan Uni Eropa, AS, dan Jepang yang memblokir Rusia untuk mengakses euro, dolar, dan yen.