Grandi mengatakan, lembaganya tidak dapat memperkirakan jumlah anak yang telah diberi paspor atau disiapkan untuk diadopsi. Hal itu karena akses di Rusia sangat terbatas.
"Kami mencari akses sepanjang waktu, dan aksesnya agak jarang, sporadis, dan terkekang," katanya.
Sementara di Moskow, juru bicara Kementerian Luar Negeri, Maria Zakharova menuduh Grandi diam saja ketika anak-anak tewas akibat apa yang disebutnya sebagai penembakan Ukraina di wilayah Donbass setelah separatis pro-Moskow mendeklarasikan kemerdekaan pada 2014.
"Saya juga berharap para pejabat dari PBB memperhatikan bantuan kemanusiaan yang sangat besar yang telah diberikan Rusia kepada penduduk di wilayah tersebut," katanya kepada wartawan.