Hal terbaru yang menurut Lili akan berpengaruh itu adalah dibukanya hubungan diplomatik antara Uni Emirat Arab (UEA) dan Israel. Lili menyinyalir, hubungan kerja sama UEA dengan zionis itu akan diikuti oleh negara-negara Arab lain.
Lili menyebut ada enam peran yang dapat dilakukan Bangsa Indonesia dalam menyikapi isu aktual di Timur Tengah yang akan berdampak pada proses kemerdekaan Palestina.
Pertama, Bangsa Indonesia perlu memperkuat jati diri berdasarkan Pancasila, NKRI, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika yang mendukung kemerdekaan dan melawan penjajahan. Kedua, mengikuti perkembangan geopolitik yang mempengaruhi persoalan Palestina. Ketiga, menyaring informasi yang benar dan menghindari importasi konflik ke negeri kita.
“Keempat, menyalurkan bantuan secara legal dan konstitusional. Kelima, bersikap proporsional dan keenam, membantu memberitakan masalah Palestina berdasar sudut pandang yang objektif,” ujarnya.
Lili menyebut kontribusi masyarakat sipil dan lembaga kemanusiaan Indonesia cukup signifikan dalam meringankan beban derita rakyat Palestina. Beberapa di antaranya seperti yang dilakukan Adara Relief International, Komite Nasional untuk Rakyat Indonesia (KNRP), ACT, PKPU Human Initiative, dan lain-lain. “Di samping bantuan Pemerintah Indonesia sendiri tentunya.”