UEA Mesra dengan Israel, Indonesia Tetap Konsisten Dukung Kemerdekaan Palestina
“Indonesia sangat serius memandang kedua masalah ini. Bagi kita masalah ini harus ditempatkan dalam kerangka amanah konstitusi dengan mempertimbangkan poin-poin resolusi PBB,” ujar Andy.
Selain Dubes Andy, tampil sebagai pembicara Dr Sukamta (anggota Komisi I DPR RI), Dr Yon Machmudi (kepala Prodi Kajian Timur Tengah dan Islam, SKSG UI), dan Lili Nur Aulia (pengamat geopolitik dari Institut Indonesia).
Sukamta sependapat dengan Dubes Andy. Dia menekankan, dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina tidak sekadar amanat UUD 1945, melainkan juga peran kesejarahan Indonesia yang sukses menggalang Konperensi Asia Afrika (1955).
“Peran sejarah Indonesia mengilhami bangsa-bangsa yang terjajah agar tak lelah memperjuangkan kemerdekaan, semangat yang mungkin tidak dimiliki bangsa-bangsa Arab sekalipun. Kalau mereka menormalisasi hubungan dengan Israel, sementara Palestina belum merdeka, maka Indonesia sebaliknya: Palestina merdeka merupakan syarat untuk mewujudkan normalisasi dan perdamaian,” ujar Sukamta.
Pengaruh normalisasi hubungan UEA-Israel terhadap upaya kemerdekaan Palestina
Sementara, Sekretaris Eksekutif Institut Indonesia, M Lili Nur Aulia, menyebut apa yang terjadi di Timur Tengah saat ini secara tidak langsung akan berdampak terhadap proses kemerdekaan Palestina. Pasalnya, apa pun yang terjadi di kawasan Teluk akan bermuara pada isu Palestina dan Israel.