Turki Desak China Tutup Kamp Penahanan Muslim Uighur di Xinjiang

Nathania Riris Michico
Warga Muslim Uighur. (Foto: GETTY IMAGES)

ISTANBUL, iNews.id - Turki mendesak China untuk menutup kamp-kamp detensi, menyusul kabar kematian seorang musisi terkenal dari etnis minoritas Uighur.

Abdurehim Heyit diduga menjalani hukuman selama delapan tahun di wilayah Xinjiang, tempat jutaan kaum Uighur dilaporkan sedang ditahan.

Pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Turki menyebut para orang Uighur menjadi sasaran penyiksaan di "kamp konsentrasi". Pemerintah China mengatakan fasilitas tersebut adalah kamp re-edukasi.

Uighur meurpakan kelompok minoritas Muslim berbahasa Turki yang berbasis di wilayah Xinjiang, China bagian barat, yang diawasi ketat oleh otorita Cina.

"Bukan lagi rahasia bahwa lebih dari satu juta warga Turki Uighur yang ditangkap secara sewenang-wenang menjadi sasaran penyiksaan dan indoktrinasi politik di penjara," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri, Hami Aksoy, seperti dilaporkan BBC, Senin (11/2/2019).

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
24 jam lalu

Jimmy Lai, Taipan Media dan Aktivis Prodemokrasi Divonis 20 Tahun Penjara di Hong Kong

Internasional
4 hari lalu

Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, China Ogah Diseret-seret

Nasional
5 hari lalu

Purbaya Sidak Perusahaan Baja China: Saya Buktikan Kita Tidak Bisa Disogok!

Internasional
7 hari lalu

Perusahaan China Tawarkan Wisata Luar Angkasa, Tiket Rp7,2 Miliar per Orang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal