Tsunami Sulteng, Keluarga Korban di Australia Masih Cemas Tunggu Kabar

Nathania Riris Michico
Max Imran dan Indah Manshuri berhari-hari mencoba menghubungi anggota keluarga mereka di Palu. (Foto: ABC News/Brittany Evins)

"Jika kami pergi lebih awal, di mana kami akan tinggal. Saat ini, semua yang kami tahu adalah mereka aman," kata Imram.

Namun, soal apakah rumah keluarga mereka masih berdiri tegak, hal itu belum diketahui.

"Semoga semua orang selamat, seluruh kota."

Liza Hughes belum bisa menghubungi saudara laki-lakinya di Palu sejak tsunami menerjang. (ABC News: James Oaten)

Sementara itu di Melbourne, Liza Hughes seharusnya merayakan ulang tahun ketujuh putranya. Namun pikiran Liza terus mencemaskan keluarganya yang berada ribuan kilometer jauhnya di Indonesia.

Saudara laki-laki Liza, Rahmat Satria, tinggal di Palu, Sulawesi Tengah, yang diguncang bencana tsunami pada Jumat (28/9/2018). Satria melakukan kontak dengan Liza pada Minggu (30/9/2018) pagi, mengatakan masih hidup namun rumahnya hancur.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Aktivis GSF Australia: Tentara Israel Perlakukan Kami Lebih Buruk daripada Hewan

57 tahun lalu

Eks Bos Vale WNA Australia Ditunjuk Jadi Bos BUMN Danantara Sumber Daya Indonesia

57 tahun lalu

PM Albanese Telepon Presiden Prabowo, Ucapkan Terima Kasih Ekspor Pupuk ke Australia

57 tahun lalu

Pesawat Timpa Hanggar Picu Kebakaran Besar, 2 Orang Tewas 10 Luka

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal