Trump Ultimatum Iran: Tak Ada Pengayaan Uranium!

Anton Suhartono
Donald Trump menegaskan Iran harus menghentikan pengayaan uranium sepenuhnya (Foto: AP)

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan Iran harus menghentikan pengayaan uranium sepenuhnya. Kedua negara dalam perundingan nuklir yang sejauh ini sudah berlangsung tiga putaran. 

Perundingan tersebut dilakukan di bawah bayang-bayang serangan AS terhadap Iran. AS mengerahkan ratusan pesawat militer ke Timur Tengah ditambah belasan kapal perang untuk bersiap menggelar operasi militer.

“Tidak ada pengayaan. Bukan 2 persen, 30 persen. Mereka selalu menginginkan 20 persen, 30 persen. Mereka menginginkannya untuk keperluan sipil. Saya kira itu bukan untuk sipil,” kata Trump, dikutip dari Sputnik, Sabtu (28/2/2026).

Sebelumnya Menteri Luar Negeri (Menlu) Oman Badr Al Busaidi mengatakan selama perundingan, Iran setuju untuk menyerahkan semua persediaan uranium yang telah diperkaya. Ini merupakan salah satu tuntutan utama AS untuk mencapai kesepakatan.

"Persediaan saat ini yang masih ada, saya kira sekarang ada kesepakatan bahwa ini akan dicampur ke tingkat terendah yang mungkin, ke tingkat netral, tingkat alami. Yang berarti... diubah menjadi bahan bakar dan bahan bakar itu tidak bisa diubah lagi," kata Busaidi, kepada stasiun televisi AS, CBS.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
2 jam lalu

Iran Genting! Banyak Negara Minta Warganya Segera Pergi

Nasional
2 jam lalu

Pemerintah Siapkan UU Ketenagakerjaan Baru usai Kesepakatan Tarif AS, Ini Bocorannya

Internasional
4 jam lalu

Nah, Warga AS Diminta Segera Tinggalkan Iran

Nasional
10 jam lalu

Perang AS-Iran Bisa Meletus, SBY Tulis Pesan untuk Trump dan Khamenei

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal