Selain itu, lanjut dia, Iran siap mempertimbangkan untuk mengizinkan inspektur dari AS memasuki wilayahnya untuk memantau kepatuhan terhadap kesepakatan nuklir.
"Inilah mengapa saya kira ini merupakan kesepakatan yang jauh, jauh lebih baik (daripada Rencana Aksi Komprehensif Bersama/JCPOA), karena saya kira Iran terbuka terhadap gagasan tersebut," ujarnya.
JCPOA merupakan kesepakatan pengendalian nuklir Iran yang diteken pada masa pemerintahan Presiden AS Barack Obama pada 2015. Namun Trump, saat menjabat presiden periode pertama, membawa AS keluar dari kesepakatan itu kemudian memberlakukan kembali sanksi yang memukul perekonomian Iran.