Trump Ubah Nama Departemen Pertahanan AS Jadi Departemen Perang, Ini Alasannya

Anton Suhartono
Donald Trump akan mengubah nama Departemen Pertahanan kembali menjadi Departemen Perang dalam beberapa pekan mendatang (Foto: AP)

Trump mengaku sudah membicarakan rencana ini dengan sejumlah pejabat tinggi pemerintahannya. Dia meyakini, istilah “perang” lebih mencerminkan realitas fungsi utama Pentagon dalam sejarah panjang Amerika, ketimbang sekadar “pertahanan” yang terkesan defensif.

Menurut catatan sejarah, Pentagon terakhir kali menyandang nama Departemen Perang pada 1947, sebelum diganti sebagai bagian dari restrukturisasi pasca-Perang Dunia II dan awal Perang Dingin. Nama baru tersebut kala itu dipilih untuk menekankan strategi pertahanan dan pencegahan konflik di tengah meningkatnya ketegangan global.

Meski begitu, langkah Trump kali ini diprediksi akan menuai perdebatan, baik di dalam negeri maupun di kancah internasional. Sebab, perubahan nama itu dinilai bisa memengaruhi citra Amerika Serikat di dunia, apakah sebagai negara yang lebih menekankan upaya diplomasi dan pertahanan, atau justru negara yang semakin menonjolkan kekuatan militernya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Wapres AS Blak-blakan: Trump Tak Akur dengan Netanyahu soal Perang Iran

57 tahun lalu

Nah, Pentagon Minta Anggaran Rp1.426 Triliun untuk Tutupi Biaya Perang Lawan Iran

57 tahun lalu

Trump Ancam Ambil Alih Selat Hormuz, Sebut AS Malaikat Pelindung

57 tahun lalu

Wapres AS JD Vance Sebut Ada Kemajuan Besar dalam Perundingan dengan Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal