WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memicu kontroversi dengan menyerukan deportasi dua perempuan Muslimah anggota DPR AS setelah aksi mereka menginterupsi Pidato Kenegaraan pada Selasa (24/2/2026) malam.
Pernyataan itu mendapatkan kecaman keras, terutama dari salah satu sasaran pernyataannya, Rashida Tlaib, yang merupakan perempuan keturunan Palestina.
Menanggapi seruan deportasi dari Trump, Tlaib tidak tinggal diam. Melalui akun media sosialnya di X, dia memberikan balasan pedas terhadap kritik dan tekanan yang diarahkan padanya.
“Tidak tahan dua Muslimah membantah dan memprotesnya, jadi sekarang dia akan kabur. #PresidentMajnoon,” tulis Tlaib, menggunakan istilah Arab yang berarti “gila” untuk menggambarkan Trump.
Trump melalui unggahan di platform media sosial Truth Social menegaskan kedua politisi Partai Demokrat tersebut seharusnya dipulangkan ke tempat asal secepat mungkin karena perilaku mereka dianggap merugikan negara.
Pernyataan itu merujuk pada interupsi yang dilakukan Tlaib dan rekannya, Ilhan Omar, saat Trump menyampaikan pidato di hadapan Kongres membahas kebijakan imgrasinya.
Ilhan Omar lahir di Somalia dan telah menjadi warga negara AS selama hampir tiga dekade. Sementara itu, Rashida Tlaib menjadi warga AS sejak lahir dan berdomisili di Detroit, Michigan, dengan latar belakang keluarga keturunan Palestina.