India, dilansir dari Business Standard, Sabtu (5/4/2025), awalnya dikenakan tarif sebesar 27 persen, kemudian direvisi menjadi 26 persen. India secara aktif terlibat dalam negosiasi perdagangan dengan AS, dengan harapan dapat mengurangi dampak tarif. Eksportir optimistis pembicaraan bilateral yang sedang berlangsung bisa menghasilkan kesepakatan untuk meringankan beban industri India.
Apakah Indonesia segera menyusul bernegosiasi dengan Trump? Menko Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya Kamis, 3 April 2025 mengatakan, pemerintah Indonesia akan mengirim delegasi tinggi ke Washington DC untuk bernegosiasi terkait kebijakan tarif Trump. Indonesia sudah menyiapkan berbagai strategi antisipasi melalui koordinasi intensif antarkementerian dan lembaga dalam menghadapi kebijakan tarif timbal balik Amerika Serikat. Namun, Airlangga belum menyebutkan kapan pastinya negosiasi dilakukan.
Sikap Trump tentang tarif ini beragam. Trump sebelumnya menegaskan kebijakan tarif tidak bisa dinegosiasikan. Meskipun mendapat reaksi keras dari perusahaan-perusahaan Amerika, mitra dagang global, dan bahkan beberapa anggota Kongres, Trump tidak menunjukkan tanda-tanda akan mundur dari strategi perang tarifnya. Pemerintahannya menegaskan langkah-langkah ini penting untuk merombak hubungan perdagangan internasional yang menguntungkan Amerika Serikat.
Namun, kemudian, Trump mengisyaratkan kemungkinan untuk kompromi. Trump dalam wawancara di Air Force One mengklaim banyak negara telah berusaha mencari kesepakatan. Dia menyebut tarif baru tersebut sebagai alat strategis untuk memperoleh kesepakatan yang menguntungkan.
"Selama mereka menawarkan sesuatu yang menguntungkan, kami terbuka untuk berdiskusi. Lihat TikTok sebagai contoh. China mungkin ingin kami mempertimbangkan kembali tarif sebagai imbalan atas persetujuan kesepakatan. Tarif memberi kita pengaruh yang signifikan," kata Trump.