Sementara itu ketua parlemen Iran yang juga kepala juru runding Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan militernya selalu siap untuk berperang. Meski demikian, dia menegaskan perlunya menggunakan alat diplomasi demi memajukan kepentingan nasional.
AS dan Iran terlibat saling serang sejak 7 Juli lalu, menandai runtuhnya Nota Kesepahaman (MoU) yang mengakhiri perang sejak 28 Februari. Namun kini perang fase baru AS-Iran pecah kembali.
Trump mengatakan, serangan terhadap Iran akan berlanjut hingga sepekan mendatang, seraya mengancam akan menargetkan pembangkit listrik dan jembatan Iran, sampai negara itu kembali ke meja perundingan.
Komando Pusat AS (Centcom) mengumumkan pasukan Amerika melancarkan serangan dimulainya kembali blokade maritim terhadap Iran sejak Selasa (7/7/2026) pukul 16.00.