Trump Disebut bakal Perketat Syarat untuk Akhiri Perang Iran, Apa Saja?

Aditya Pratama
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. (Foto: AP)

“Akan ada kesepakatan. Soal kapan tepatnya tercapai, kita lihat nanti. Kami bersedia menunggu agar presiden mendapatkan apa yang dimintanya. Bisa satu minggu, bisa kurang, bisa juga lebih lama. Kami berharap ada perkembangan pada awal pekan depan,” tuturnya.

Perubahan terbaru tersebut berpotensi memperpanjang negosiasi antara kedua pihak selama beberapa hari lagi sebelum diputuskan apakah kesepakatan tersebut dapat mengakhiri perang yang pecah setelah AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari.

Sumber-sumber AS mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa proposal tersebut sebenarnya sudah menunggu persetujuan akhir dari Trump. Namun, Trump belum mengambil keputusan setelah rapat di Situation Room Gedung Putih pada Jumat (29/6/2026).

Trump sebelumnya menyatakan bahwa prioritas utama dalam setiap kesepakatan adalah Iran harus berkomitmen untuk tidak pernah mengembangkan senjata nuklir serta dibukanya kembali Selat Hormuz yang selama ini diblokade. Jalur perairan strategis itu dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.

Pada Sabtu, Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya milik militer Iran kembali menegaskan kendali negara tersebut atas Selat Hormuz. Mereka memperingatkan bahwa kapal-kapal dagang maupun militer asing dapat menjadi sasaran jika tidak mematuhi aturan yang mengatur pelayaran di jalur strategis tersebut.

Di sisi lain, Teheran berulang kali menegaskan bahwa Iran tidak memiliki niat untuk membangun senjata nuklir. Pada Maret 2025, mantan Direktur Intelijen Nasional AS Tulsi Gabbard juga menyampaikan kesaksian di Kongres bahwa Washington masih menilai Iran tidak sedang membangun senjata nuklir.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Piala Dunia 2026 Belum Dimulai, FIFA Terancam Digugat Gara-Gara Bendera Iran

57 tahun lalu

Iran akan Tembak Kapal Perang AS jika Bikin Ulah di Selat Hormuz

57 tahun lalu

Presiden Pezeshkian Sebut AS-Israel Gagal Kalahkan Iran dalam Perang

57 tahun lalu

Uni Emirat Arab Dilaporkan Ikut Serang Iran, Dapat Bantuan Intelijen dari AS-Israel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal