Otoritas perhubungan AS pada Senin (9/2/2026) mengeluarkan pedoman terhadap kapal-kapal komersial berbendera AS, memperingatkan mereka untuk berada sejauh mungkin dari perairan teritorial Iran.
Sejak Januari, Trump meningkatkan tekanan AS terhadap Iran, memperingatkan bahwa militer negaranya siap siaga dan siap beraksi.
Trump juga membandingkan situasi Iran dengan serangan terhadap Venezuela, di mana operasi militer AS pada 3 Januari mengakibatkan penculikan Presiden Nicolas Maduro.
“Seperti halnya dengan Venezuela, (militer AS) siap, bersedia, dan mampu untuk segera memenuhi misinya, dengan kecepatan dan keras, jika perlu,” tulis Trump di akun Truth Social pada 28 Januari.
Sementara itu para pejabat Iran berkali-kali menegaskan tak akan takut dengan ancaman AS dan siap berperang habis-habisan.