WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperbarui ancamannya terhadap Iran. Militer AS akan menyerang Iran jika negara itu tidak mau memenuhi tuntutan terkait berbagai isu, mulai dari pengayaan nuklir hingga rudal balistik.
Dalam pernyataan kepada stasiun televisi Israel Channel 12, Trump mengisyaratkan tindakan agresif jika tidak ada kesepakatan yang dicapai dengan Iran dalam perundingan terbaru.
“Entah kita mencapai kesepakatan, atau kita harus melakukan sesuatu yang sangat keras,” kata Trump, seperti dilaporkan kembali Al Jazeera, dikuti Rabu (11/2/2026).
Dalam beberapa pekan terakhir, Trump menggembar-gemborkan peningkatan kekuatan militer AS di Timur Tengah, dimulai dengan ancaman bahwa armada besar AS sedang menuju Iran.
Channel 12 serta portal berita Axios melaporkan, Trump juga mempertimbangkan mengirimkan kapal induk kedua ke Timur Tengah setelah sebelumnya gugus tempur yang dipimpin USS Abraham Lincoln.
Peningkatan kekuatan militer AS tersebut memicu kekhawatiran bahwa serangan terhadap Iran benar-benar akan segera terjadi.