TikTok Kembali Diblokir di Pakistan gara-gara Konten Tak Pantas

Ahmad Islamy Jamil
Ilustrasi TikTok. (Foto: Antara)

Aplikasi berbagi video asal negeri tirai bambu itu memiliki basis penggemar yang besar di Pakistan. Banyak orang menggunakan platform tersebut untuk memasarkan dan menjual barang secara daring.

Akan tetapi, para pengkritik di negeri itu mengatakan bahwa TikTok kerap mempromosikan konten vulgar dan LGBT.

Pada Juni lalu, TikTok mengklaim telah menghapus lebih dari 6 juta video yang tersedia untuk pengguna Pakistan hanya dalam tiga bulan menyusul keluhan dari pejabat dan para pengguna di enegara itu. Sekitar 15 persen dari video itu dihapus karena menampilkan “ketelanjangan dewasa dan aktivitas seksual”.

Pejabat Pakistan sebelumnya juga meminta YouTube untuk memblokir konten yang mereka anggap tidak pantas. Sejumlah aplikasi kencan juga dilarang di Pakistan.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
4 hari lalu

Budaya LGBT Jadi Ancaman, Pemerintah bakal Batasi Konten untuk Cegah Penyebaran

4 hari lalu

Kemenag Mulai Susun Materi Pendidikan untuk Cegah Penyebaran LGBT di Sekolah

6 hari lalu

BPOM Bongkar TikTok Jadi Platform dengan Penjualan Kosmetik Ilegal Tertinggi

9 hari lalu

Wagub Jabar Erwan Sebut LGBT Kian Marak, Termasuk di Kalangan ASN

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal