Adapun, Kamboja menuduh Thailand menyerang infrastruktur sipil, termasuk penggunaan jet tempur dan penembakan di daerah sipil. Sementara, Thailand mengatakan hanya menargetkan sasaran militer.
Thailand mengumumkan jam malam di provinsi Trat bagian tenggara pada hari Minggu karena pertempuran terus berlanjut di sepanjang perbatasan kedua negara sepanjang 817 km (508 mil).
Seorang tentara dan seorang warga sipil dilaporkan tewas akibat roket BM-21 yang ditembakkan oleh Kamboja pada hari Minggu.
Setidaknya 16 tentara dan 10 warga sipil tewas, dan ratusan lainnya terluka sejak bentrokan terbaru yang dimulai pada hari Senin, dan sebanyak 258.626 warga sipil mengungsi.
Kamboja tidak melaporkan adanya kematian atau luka baru pada hari ini. Menurut Kementerian Dalam Negeri Kamboja, setidaknya 11 orang tewas, 74 luka-luka, dan 394.706 orang mengungsi sejak Senin.