Menurut Abe, peningkatan anggaran militer ini penting, mengingat pengeluaran militer China yang juga meningkat serta ancaman rudal dari Korea Utara.
"Wajar (bagi pemerintah) untuk mengamankan pengeluaran pertahanan yang setara dengan 2 persen dari PDB,” kata Abe—yang masih memegang pengaruh besar sebagai ketua faksi terbesar di Partai Demokrat Liberal yang berkuasa di Jepang, seperti dikutip Jaringan Televisi Nippon.
Kishida belum memberikan pernyataan resmi seberapa besar dia bakal meningkatkan pengeluaran militer Jepang untuk tahun fiskal baru yang akan dimulai pada April 2023.